Kenapa Stress Bisa Memicu Jerawat?

Bagi anda yang memiliki kulit wajah berminyak, sensitif, dan mudah berjerawat, stress saat menghadapi ujian atau wawancara kerja akan menimbulkan jerawat. Bahkan ketika anda sedang dalam kemacetan, kedaan tersebut dapat menyebabkan stress. Apa itu pengertian stress dan kenapa stress bisa memicu jerawat?

Stress adalah kondisi tubuh yang tegang secara mental dan emosional akibat keadaan buruk yang menimpa. Banyak negara melaporkan bahwa penduduknya mengalami stress akibat kehilangan pekerjaan, kematian keluarga atau orang tersayang, dan masalah finansial. Bahkan kejadian menyenangkan seperti kelahiran dan pernikahan pun dapat menyebabkan stress. Sebenarnya, stress adalah hal yang harus dihindari ketika berjerawat.

Ulasan ini akan mengupas tuntas kenapa stress bisa memicu jerawat dan bagaimana cara mengatasinya.

I. Penyebab Stress Dapat Memicu Jerawat

Stress bermula dari otak. Hypothalamus yang merupakan pusat kontrol hormon akan mengeluarkan hormon yaitu corticotropin. Hormon ini akan merangsang kelenjar pituitary mengeluarkan hormon adrenocorticotropic. Hormon inilah yang akan merangsang kelenjar adrenalin untuk memproduksi cortisol.

Hormon cortisol adalah hormon utama stress. Itulah mengapa menurut penelitian, stress dapat menyebabkan variasi terhadap produksi hormon. Kelenjar adrenalin yang memproduksi hormon kortisol ini akan menyebabkan gula darah , denyut jantung, dan tekanan darah meningkat.

Hormon kortisol ini akan dikeluarkan jika anda membutuhkan tindakan melawan atau kabur. Namun, jika hormon ini tidak digunakan untuk suatu tindakan, hormon ini akan terakumulasi di badan dan menyebabkan masalah kesehatan baik fisik maupun psikis.

II. Dampak Stress Terhadap Kondisi Fisik yang Dapat Memicu Jerawat

stress memicu jerawat

Ketika stress, anda akan mengalami detak jantung cepat, ketegangan otot, dan deru nafas yang lebih cepat. Hormon kortisol juga akan menyebabkan tekanan darah meningkat dan kadar gula dalam darah naik. Kadar gula darah yang naik akan memicu produksi insulin dalam tubuh. Sebenarnya insulin ini berguna untuk menetralisir kadar gula yang tinggi.

Namun, kadar insulin yang tinggi akan menimbulkan efek samping berupa jerawat. Selain itu, hormon stress akan menekan daya imun tubuh dan menstimulasi peradangan atau infamasi dalam tubuh. Daya imun yang menurun akan membuat tubuh mudah terserang bakteri yang dapat menyebabkan jerawat.

Kekebalan tubuh yang menurun secara signifikan juga dapat menghambat proses penyembuhan jerawat. Hal ini akan memicu timbulnya jerawat baru dan membuat jerawat meninggalkan noda hitam bekas jerawat. Kemudian, SSP atau Sistem Syaraf Pusat akan mengeluarkan peradangan yaitu neuropeptide yang akan mebuat jerawat semakin meradang.

Stress juga akan menambah pasokan hormon adrenalin dalam darah. Hormon adrenalin ini akan menyerap nutrisi dalam darah dan mempengaruhi organ terbesar tubuh yaitu kulit. Selain itu, stress akan mengganggu pencernaan. Pencernaan yang terganggu akan menyebabkan proses pembuangan racun dari dalam tubuh terganggu.

Racun yang terakumulasi dalam tubuh dapat menyebabkan komedo dan jerawat. Efek samping dari terganggunya pencernaan juga akan membuat peradangan atau inflmasi pada tubuh.

III. Dampak Stress Terhadap Kelenjar Minyak yang Dapat Memicu Jerawat

Terungkap hormon stres bisa memicu jerawat. Hormon stress memiliki reseptor dengan kelenjar yang memproduksi minyak pada kulit. Cortisol atau hormon utama stress juga akan terlibat dalam pembentukan sel-sel kulit. Hormon ini juga akan merangsang lipid berminyak dari kelenjar khusus yang memproduksi minyak pada kulit yaitu kelenjar sebaceous atau sebasea. Kelenjar ini akan memproduksi minyak berlebihan.

Minyak bercampur dengan kotoran lainnya akan menyebabkan jerawat. Minyak akan menjebak bakteri dan kotoran dalam pori-pori yang akan menyebabkan peradangan jerawat. Ketika anda mengalami stress, kelenjar minyak akan memproduksi minyak lebih banyak.

IV. Dampak Stress Terhadap Pola Hidup yang Dapat Memicu Jerawat

stress penyebab jerawat

Stress juga dapat berdampak pada pola hidup yang malah akan menimbulkan jerawat. Pola hidup inilah yang akan menyebabkan jerawat dan memperparah kondisi jerawat.
• Stress dapat mengganggu siklus tidur. Kurangnya tidur akan menyebabkan proses regenerasi kulit terganggu. Ini akan menghambat kulit lama berganti menjadi kulit yang lebih sehat dan baru. Regenerasi kulit yang terganggu ini akan menyebabkan komedo, jerawat, kulit kusam, dan tampak tidak sehat.
• Merokok atau Mengonsumsi alcohol lebih banyak dari biasanya. Merokok merupakan racun dan kotoran yang dapat menyumbat pori-pori kulit dan menyebabkan stress. Merokok juga akan merusak kulit dan menimbulkan masalah kulit. Sedangkan mengonsumsi alcohol akan menyebabkan sulitnya tidur. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kurangnya tidur akan menyebabkan jerawat.
• Tidak rutin beraktivitas fisik, seperti olahraga. Olahraga sebenarnya membantu membersihkan pori-pori kulit. Oleh karena itu, kulit anda tidak mudah mengalami jerawat.
• Kurangnya perhatian terhadap asupan makanan yang sehat. Stress akan membuat perhatian anda kacau sehingga seleksi terhadap makanan yang sehat pun akan terbengkalai. Anda mungin saja mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan jerawat seperti makanan berminyak, berlemak, kadar gula tinggi, dan pedas.

V. Cara Menghilangkan Jerawat Akibat Stress.

Untuk menghilangkan jerawat akibat stress, anda perlu menghilangkan stress terlebih dahulu. Cara menghilangkan jerawat akibat stress:

1. Carilah hal yang Menenangkan

Cara ini mungkin adalah hal yang sulit ketika anda mengalami stress. Lakukanlah kegiatan yang dapat mengurangi kadar stress dan menenagkan diri seperti yoga dan meditasi. Lakukanlah cara ini dengan intensitas yang sering agar pikiran dan tubuh anda menjadi rileks kembali.

kenapa stress bisa memicu jerawat

2. Memiliki Waktu Tidur yang Cukup

Menurut Dr. Sobel, seorang dermatologi yang berbasir di New Yor, mengatakan bahwa anda memerluka waktu tidur 7-8 jam ketika anda stress yang akan menimbulkan jerawat. Jika anda sudah berjerawat, gunakan krim atau skincare pada malam hari untuk menghilangkan jerawat ketika anda tertidur.

3. Gunakan obat-obatan baik resep atau non-resep

Anda bisa menggunakan obat topikal anti-bakteri, seperti Retin-A, asam salisilat, dan glycolic acid.

Untuk menghilangkan jerawat akibat stress, lebih baik anda mengatasi masalah stress terlebih dahulu. Atur waktu istirahat anda. Istirahat dan tidur akan menghilangkan stres bisa memicu jerawat. Jangan berlarut-larut dalam stress yang akan memperburuk kondisi kulit, kesehatan fisik, dan psikologis anda.