Benarkah Makan Coklat Menyebabkan Jerawat?

Banyak orang yang beranggapan bahwa makanan pemicu jerawat adalah makanan berprotein tinggi, seperti kacang- kacangan dan telur. Selain itu, mungkin anda pernah mendengar atau membaca bahwa makan coklat menyebabkan jerawat. Memang banyak orang beranggapan bahwa coklat adalah faktor penyebab munculnya jerawat di wajah.

Karena mitos ini, banyak wanita yang enggan mengonsumsi makanan ini yang rasanya manis dan membuat ketagihan.

Jika anda adalah salah satu yang percaya anggapan ini, ulasan kali ini akan mebahas fakta apakah benar makan coklat menyebabkan jerawat?

Check this out!

I. Kontra Terhadap Coklat Menyebakan Jerawat.

Faktanya, mengonsumsi coklat tidak akan mebuat jerawat bersarang di wajah anda. Jerawat timbul akibat perubahan hormon yang terjadi didalam tubuh dan pola hidup dan makan yang tidak sehat.

Banyak orang mengonsumsi coklat agar nyaman ketika sedang stress. Hal ini dikarenakan coklat mengandung phenlethylamine yang hampir mirip dengan amphetamine. Phenlethamine adalah zat yang dapat meningkatkan penyerapan triptofan ke otak dan kemudian menghasilkan dopamine. Dopamine akan memperbaiki suasana hati karena cara kerjanya yaitu memunculkan perasaan senang.

Phenylethylamine pun memiliki khasiat aphrodisiac yang akan memunculkan perasaan seperti orang yang sedang jatuh cinta. Dengan itu, sebenarnya kondisi stress lah yang menyebabkan jerawat. Dan, apakah coklat bisa menghilangkan jerawat? Menurut pendapat ini, itu bisa dilakukan karena coklat akan menghilangkan stress yang dapat menyebabkan jerawat.

Kemudian, menurut Dokter Ava Shamban, dokter spesialis kulit dari Amerika Serikat, mengatakan bahwa anggapan makan coklat menyebabkan jerawat adalah tidak benar. Namun, beberapa ahli menyebabkan bahwa memanjakan mulut dengan makanan yang manis dan tidak sehat dapat memicu produksi sebum berlebih yang pada akhirnya dapat menyebabkan jerawat.

II. Pro Terhadap Makan Coklat Menyebabkan Jerawat

Namun, ada pula studi terbaru Belanda yang menunjukan bahwa mengonsumsi coklat dapat menyebabkan jerawat dengan cara mengubah sistem kekebalan tubuh. Dalam studi tersebut, selama empat hari berturut- turut, tujuh peserta diminta untuk mengonsumsi coklat sebanyak 1.7 ons. Masing- masing coklat mengandung 30% kokoa.

Adapun peneliti dari Radboud University Nijmegen Medical Center yang memapari sel-sel darah dengan bakteri penyebab jerawat, yaitu Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Ternyata setelah memakan coklat dan terpapar Propionibacterium acnes, sel-sel darah banyak menghasilkan lebih banyak interleukin-1b. Ini merupakan penanda peradangan sistem kekebalan tubuh. Hal ini menunjukan bahwa coklat akan berkontribusi terhadap menculnya jerawat di wajah dengan meningkatkan peradangannya.

Selain itu, memakan coklat setelah terpapar bakteri Staphylococcus aureus akan meningkatkan produksi faktor sistem kekebalan lain yang dinamakan interleukin 10. Padahal Interleukin 10 diketahui dapat menurunkan daya imun ketika tubuh sedang melawan bakteri dan mikroorganisme. Oleh karena itu, jika kadar interleukin 10 tinggi, akan tercipta kondisi yang menyebabkan bakteri memicu timbulnya jerawat.

Namun, temuan studi tersebut memiliki lingkup yang terlalu kecil. Selain itu, studi ini masih bersifat preeliminer yang artinya harus dilakukan penelitian lebih mendalam terhadap komponen coklat, termasuk gula, lemak, dan lain-lain. Mungkin saja komponen- komponen coklat tersebut dapat mempengaruhi timbulnya jerawat dan mungkin saja coklat bebas lemak akan tidak akan berpengaruh dalam menimbulkan jerawat.

Studi lain yang dilakukan pada tahun 2010 pun menunjukan bahwa makan coklat menyebabkan jerawat. Namun, studi tersebut hanya dilakukan terhadap partisipan 10 pria yang mengonsumsi jenis coklat murni.

Untuk informasi, kandungan nutrisi yang terdapat dalam coklat adalah teobromin, serotonin, lipid, kafein, trigliserida, feniletilamin, dan asam lemak yang menyerupai kanabinoid. Kandungan- kandungan dalam coklat tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya kondisi hiperinsulinemia dimana kadar insulin dalam darah melebihi jumlah yang seharusnya. Apalagi, coklat mengandung asam amino, berupa fenilalanin, leusin, dan arginine, yang jika dicerna bersama dengan karbohidrat akan bersifat insulinotropik.

Sebenarnya, masih banyak makanan lain yang dapat menyebakan hiperinsulinemia. Biasanya makanan- makanan tersebut termasuk kedalam golongan Westernized diet , yaitu bahan makanan dari Barat. Bahan- bahan makanan dari Barat biasanya memiliki indeks glikemik yang tinggi yang akan memicu timbulnya hiperinsulinemia atau peningkatan insulin dalam darah.

Kondisi hiperinsulinemia ini akan menyebabkan perubahan hormon dalam tubuh yang akhirnya akan memicu timbulnya jerawat. Proses terjadinya jerawat diawali dengan peningkatan hormone androgen yang kemudian diikuti dengan meningkatnya sebum yang berkontribusi memicu timbulnya jerawat.

Kemudian, adapun penelitian yang dilakukan di Norwegia pada tahun 2009 yang memperkuat hal ini. Dalam studi yang melibatkan 3775 remaja yang berusia 18-19 tahun ini, para peneliti menunjukan bahwa terdapat hubungan antara jerawat yang dialami remaja pria dan konsumsi coklat. Remaja pria dipilih menjadi peserta karena produski sebum pada remaja pria lebih tinggi dibandingkan pada wanita. Namun, hal yang sama bisa terjadi jika remaja wanita mengonsumsi coklat dalam jumlah tinggi.

Menanggapi studi ini, seorang dokter kulit University of California, San Francisco School of Medicine, bernama Dr. Kanade Shinkai mengatakan bahwa walaupun banyak yang mengatakan bahwa coklat dan makanan berglikemi tinggi lainnya dapat mempengaruhi timbulnya jerawat, tapi hanya ada sedikit studi dan penelitian yang membuktikan hal itu. Lagipula mungkin ada orang berjerawat dimana pola makan adalah penyebabnya tapi hal ini tidak berlaku bagi semua orang.

Masih banyak faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya jerawat, termasuk konsumsi obat- obatan tertentu, faktor hormonal, dan faktor genetik. Itulah mengapa banyak dokter yang tidak menganjurkan untuk merubah pola makan, kecuali jika pasien memang memiliki jerawat karena makanan tertentu.

Bahkan Dr. Kanade Shinkai menyarankan untuk tidak menghindari makanan tertentu yang dianggap dapat memicu jerawat. Misalnya, susu yang mengandung kalsium dan vitamin D yang sangat essensial bagi tubuh. Yang tidak kalah penting adalah nutrisi didalamnya tidak sebanding dengan efeknya untuk memicu jerawat.

Nah, itulah ulasan mengenai makan coklat menyebabkan jerawat. Kini, dari data- data diatas, anda bisa menyimpulkan sendiri apakah anda mengikuti pendapat yang mengatakan coklat menyebabkan jerawat atau pendapat sebaliknya. Selain itu, baca pula ulasan cara menghilangkan jerawat dengan mentimun jika anda memiliki banyak bintik merah yang bersarang di wajah anda. Kemudian, ketahui pula manfaat coklat untuk wajah untuk ulasan yang lebih mendalam mengenai topik hubungan coklat dan jerawat ini.